Taksi (Konvensional) tergusur Taksi Online

Tulisan Rinaldi Munir di FB.nya. Turun dari bus bandara Primajasa di pool Batununggal Bandung. Sudah hampir tengah malam. Beberapa taksi merek P sudah menunggu penumpang bus.

“Taksi, Pak?”, seorang supir taksi P mendekati saya begitu turun dari bus

Biasanya saya pesan Gocar atau Grab, tapi kali ini saya berubah pikiran. Mata udah mengantuk dan lelah, ingin cepat sampai di rumah. Selain itu juga ada rasa kasihan dengan supir2 taksi itu. Mereka tersisih oleh persaingan dengan transportasi online seperti Gojek dan Grab. Sudah jarang ada orang naik taksi, kecuali Blue Bird yang bermutulalisme dengan Gojek.

Tanpa pikir panjang saya iyakan saja. Barang2 diangkut ke dalam taksi.

Setelah berada di dalam taksi.

“Biasanya ke Antapani berapa, Pak?”, tanya supir itu.

“Oh, nggak pakai argo, Pak?”, tanya saya lagi heran. Biasanya taksi2 di pool Primajasa wajib pakai argometer kalau ingin tetap mengambil penumpang dari busnya.

“Rusak, Pak, belum dipasang lagi”, jawabnya.

Saya sudah terlanjur naik dan nggak enak turun lagi. Kasihan.

“Biasanya 40”, saya menjawab pertanyaannya tadi. Empat puluh ribu maksudnya.

“Ya terserah bapak saja berapa, 40 atau 50”, balasnya.

Mobil mulai berjalan. Tampaknya mobil sedan yang sudah tua. Kacanya buram. Lampu di dalam mobil tidak ada atau sengaja dimatikan. Jalannya terseok-seok menembus kegelapan malam.

Dengan kondisi taksi seperti itu tentu hampir tidak ada orang yang mau naik taksinya. Tidak pakai argo pula. Makin terpinggirkan dengan kehadiran mobil online.

Makanya supir taksi itu tahu diri pula. Tidak kuat bersaing dengan mobil online. Jarang beredar di jalan raya. Dia hanya menunggu dan menunggu saja di pool Primajasa, berharap siapa tahu ada penumpang bus yang tergerak hatinya mau naik taksinya. Satu dua orang pasti ada, karena rezeki dari Tuhan kadang datang secara acak. Malam itu mungkin datang melalui saya.

Tapi seharusnya jujur, ya kita kasihan sm mereka, tapi kalau seenaknya sendiri kayak gitu, lama kelamaan bisa bubar taksi itu, karena problemnya mereka sendirian yg ngg masang argo sehingga bisa merugikan diri mereka sendiri

Author: admin web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *